Oleh: Yos P. Sitompul
Tulisan ini dibuat oleh penulis untuk memberi informasi tentang reaktor nuklir di Indonesia, sekaligus sarana berbangga, dan terlebih sarana bernostalgia.
Ternyata Indonesiaku punya reaktor nuklir. Tapi maklum karna komitmennya masih setengah-setengah jadi tidak berkembang. Padahal sudah lama juga melirik reaktor nuklir sebagai salah satu sumber energi masa depannya (malah reaktornya sekarang sudah mulai uzur). Lihat yuk apa saja reaktornya.

Ternyata Indonesia tidak kalah dengan negara lainnya. Indonesia punya tiga reaktor nuklir (yang tercantum di atas cuma dua saja karena reaktor yang satunya lagi bukan berasal dari General Atomics). Tiga reaktor tersebut adalah reaktor nuklir Batan di Bandung yang berdiri pada 1965 (2 MW), reaktor nuklir Batan di Yogyakarta berdiri pada 1979 (100kW), dan reaktor nuklir milik Batan di Serpong berkapasitas 30MW yang berdiri pada 1987.
Ingin rasanya menceritakan semuanya, tapi jujur penulis tak mampu. Oleh karena itu, satu saja yang diceritakan lebih lanjut yaitu reaktor Batan di Yogyakarta. Mari kita tengok. Buat temen-temen yang pernah praktek di sini, ditunggu komennya, juga kalau boleh minta dong foto-foto yang dulu
Reaktor Kartini (TRIGA MARK II 100kW)

Tampilan sistem informasi Reaktor Kartini
Gambar di atas merupakan tampilan informasi kondisi reaktor saat beroperasi. Terlihat beberapa parameter seperti daya, reaktivitas, periode ada di sana. Reaktor terlihat sangat sederhana seperti sebuah kolam yang berisi air dan memiliki teras (core) reaktor berbentuk persegi yang dipasang dibagian bawah kolam. Terlihat juga ada 3 batang kendali, yaitu safety, regulating, dan shim. Beroperasi pada daya 90 kw (90% dari daya maksimum). Bagi penulis (yang pernah melihat sendiri para operatornya yang bekerja) reaktor dapat dioperasikan dengan mudah.


Gambar di atas, dek reaktor Kartini (bagian atas dari bejana reaktor), merupakan gambar yang paling berkesan buat penulis. Bagaimana penulis merasakan duduk bersama dengan teman-teman yang ikut praktikum di pinggir reaktor ini. Sesekali kami memandang reaktor dari pagar dan melihat bagaimana para operator bekerja dengan alat-alat yang tersedia. Reaktor ini terlihat sangat mudah untuk dioperasikan tetapi itu semua berkat desain reaktor dengan teknologi tinggi meskipun berasal dari puluhan tahun yang lalu.
Akhir kata, semoga tidak hanya sampai di sini saja teknologi nuklir kita. Maju terus Indonesia. Hidup teknologi nuklir Indonesia. Nuklir untuk kesejahteraan.
Sumber: BATAN dan General Atomics



Bisa aja asal pegawainya kelakuannya kagak sama pas kita praktikum!!! Lewat jam 1 uda aras2an eh mas, sumuk!!! pagi malah pada belom datang, datang jam 9 ampe 10 uda Coffe break, diluar harus berpakaian rapi tapi giliran didalam cukup pake sinlet aja!!!
Pemerintah Malaysia tidak mau menggunakan minyak bumi, batu bar, gas bumi supaya generasi2 berikutnya bisa menggunakannya. Pemerintah Malaysia sudah lebih maju di bidang nuklir dari pada Pemerintah RI
President SBY menunda pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN); sehingga Pemerintah RI sudah 20 tahun tertinggal dari pada Pemerinath Malaysia dan Pemerintah Thailand
Kita wajib mengejar ketertinggalan supaya listrik bisa digunakan oleh pabrik pabrik di Indonesia; sehingga tidak ada karyawan diberhentikan karena pabrik kekurangan listrik